Nama : Habib Muhammad Rifqy Rais
NIM : 20190530045
Kelas : B
Pandemi
Covid-19 merubah tatanan masyarakat dunia. Guna mencegah penularan wabah virus
corona yang meluas, masyarakat diimbau bahkan dipaksa untuk tinggal di
rumah. Pandemi Virus Corona atau Covid-19 memaksa kita untuk membatasi
kegiatan bersosialisasi secara langsung. Dari sekolah hingga lapangan kerja
dituntut untuk membatasi jumpa dan bahkan diliburkan. Banyak dari kelas pelajar
hingga pekerja yang terpaksa untuk tetap berada di rumah aja dan menghindari
kontak secara langsung dengan orang lain.
Berjalannya
waktu, tinggal di rumah dinilai tidak bisa selamanya diterapkan untuk menjaga
keseimbangan perekonomian. Sejumlah negara pun mulai melonggarakan kebijakan
terkait mobilitas warganya. Di sisi lain, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19
masih terus mengancam. Korban jiwa akibat virus corona pun terus bertambah. pemerintah
Indonesia sendiri menerapkan kebijakan baru yaitu New Normal. Definisi new
normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek
kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana
untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi
epidemiologis dan kesiapan regional.
Masyarakat
dan seluruh instansi dan Lembaga turut saling membantu yang terdampak dari segi
ekonomi dengan mengadakan kegiatan donasi. Salah satu Lembaga yang turut
mengadakan donasi adalah Pertamina. Pertamina sendiri mengadakan kegiatan
Pertamina Virtual Eco Run 2020
Sebanyak
3.000 pelari dari seluruh Indonesia mengikuti gelaran Live Run dalam ajang lari
tahunan Pertamina Eco Run 2020. Kegiatan yang pertama kali digelar virtual dan
dibuka secara resmi oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati pada Minggu
(13/12).
Acara Pertamina Virtual Eco Run 2020, Pertamina juga menyerahkan donasi sebesar Rp 2,95 miliar oleh Direktur Keuangan Pertamina, Emma Sri Martini kepada Perwakilan Sobat Disabilitas Peduli Lingkungan, Abah Dindin.
Terima kasih atas energi sobat yang terus menyala untuk berbagi kepada sesama. Amanah donasi kebaikan para runners #Pertaminavirtualecorun2020 akan kami sampaikan langsung kepada sobat disabilitas yang terdampak pandemi Covid-19 untuk kembali bangkit dan berkarya. pic.twitter.com/ufsVgxfNBN
— PERTAMINA (@pertamina) December 13, 2020
Penyerahan
donasi disaksikan Direktur SDM Pertamina, Koeshartanto, Direktur Logistik dan
Infrastruktur, Mulyono serta Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan
Usaha Pertamina, Imam Rachman di Gedung Patrajasa, Kuningan.
Para
runners berasal dari berbagai kalangan antara lain pelari profesional maupun
amatir, penggemar olah raga lari dan komunitas lari serta pelajar, mahasiswa,
dan public figure. Setelah melakukan Multiple Run 10K selama periode 20
November hingga 10 Desember, para runners hari ini mengikuti Live Run 5K yaitu
berlari di lokasi masing-masing dalam waktu yang bersamaan, sambil mengikuti
hiburan yang disuguhkan secara live streaming dari Youtube Pertamina.
VP
Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, Pertamina Eco Run
merupakan ajang lari yang digelar rutin setiap tahun dengan mengajak masyarakat
untuk berolahraga sekaligus berdonasi untuk yang membutuhkan. Selain donasi
yang terkumpul dari peserta, Pertamina juga menambahkan bantuan CSR.
“Mengadakan
Pertamina Eco Run secara konsisten setiap tahun sejak 2014 membuktikan komitmen
kami untuk mendorong masyarakat dalam pencapaian hidupnya yang lebih baik. Baik
dalam hal kualitas hidup sehat maupun berbagi ke sesama yang membutuhkan. Hal
ini sejalan dengan tema Virtual Eco Run 2020 yaitu Energy to Energize yang
bermakna ajakan untuk menjadi energi dalam perubahan positif bagi sekitarnya,”
ujarnya.
Pada
tahun ini, donasi yang terkumpul mencapai Rp 2,95 miliar yang terdiri dari Rp
457.750.000 dari donasi peserta dan Rp 2,5 miliar dari bantuan CSR Pertamina.
Dana tersebut akan didonasikan pada sobat disabilitas yang bernaung di 10
lembaga atau yayasan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia seperti
Gresik, Boyolali, Tarakan, Bandun, Balikpapan, Bitung, dan Jawa Barat.
“Para penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok yang paling terdampak pandemi Covid-19 dikarenakan terbatasnya akses ekonomi, sosial dan kesehatan. Dengan donasi ini, kepercayaan diri mereka akan tumbuh dan kembali berkarya untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi,” tukas Fajriyah.



0 Komentar